Sumpah Pemuda: 41 Sekolah Ikuti Lomba Bulan Bahasa di Sekolahan Suster Pontianak - ORDO FRANSISKAN SEKULAR

ORDO FRANSISKAN SEKULAR

OFS - Ordo Fransiskan Sekuler - Ordo Ketiga Fransiskan

ORDO FRANSISKAN SEKULAR REGIO KALIMANTAN

test banner

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, November 01, 2017

Sumpah Pemuda: 41 Sekolah Ikuti Lomba Bulan Bahasa di Sekolahan Suster Pontianak

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak membuka acara aneka lomba Bulan Bahasa di Sekolah Suster Pontianak. (Sr. Maria Seba SFIC

OKTOBER adalah Bulan Bahasa, bulan yang berkaitan erat dengan sejarah bangsa Indonesia dengan ikrar para pemuda yang kemudian dikenal sebagai  Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu isinya yaitu menyatakan Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional sekaligus bahasa pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, bulan Oktober biasa diperingati sebagai Bulan Bahasa.

Kegiatan Bulan Bahasa di beberapa Sekolahan Suster binaan para Suster SFIC ini merupakan salah satu cara sekolah mengisi dan memaknai perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Tahun 2017 ini merupakan yang ketiga kalinya Sekolah Suster di Pontianak menggelar kegiatan Bulan Bahasa. Rentang umur kegiatan ini masih sangat belia, namun demikian dari tahun ke tahun Persekolahan Suster selalu berbenah diri agar kegiatan ini semakin banyak diikuti dan semakin menarik partisipan dari sekolah-sekolah lain di Ibukota Provinsi Kalbar ini.

Pembukaan acara aneka lomba Bulan Bahasa di Sekolah Susteran Pontianak yang dimeriahkan dengan penampilan grup drum band SMP Susteran Pontianak. Acara ini diikuti oleh 41 sekolahan di Ibukota Provinsi Kalbar ini. (Sr. Maria Seba SFIC)

Semangat nasionalisme

Mengingat semakin menurunnya minat dan kesadaran para generasi bangsa dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, maka kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme di dalam diri para siswa. Selain itu, kegiatan ini juga berguna sebagai sarana berekspresi bagi siswa dan mengembangkan bakat-bakat siswa di bidang akademik dan non akademik.

Dalam kehidupan sehari-hari, Bahasa Indonesia belum digunakan secara baik dan benar. Untuk itu dengan adanya kegiatan Bulan bahasa diharapkan semua lapisan masyarakat khususnya pelajar dapat menggunakan Bahasa Indonesia dengan sesuai.

Selain itu,  Bulan bahasa tidak hanya digunakan sebagai tameng bahasa pemersatu saja,namun juga digunakan sebagai wadah atau sarana penyaluran dan pembinaan serta pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang aktif dalam keseharian.

Acara lomba Bulan Bahasa 2017 ini merupakan kegiatan ketiga kalinya yang digelar Sekolah Suster Pontianak setiap bulan Oktober. Kegiatan ini menarik minat para murid dan guru di banyak sekolah di Pontianak. (Sr.Maria Seba SFIC)

Melihat animo atau peserta  yang ikut sekitar dua tahun yang lalu, maka panitia tahun ini menambah jumlah perlombaan dari 4 menjadi 9 perlombaan. Bahkan durasi perlombaan juga ditambah, dari dua hari menjadi tiga hari (dari tanggal 26-28 Oktober 2017).

Bentuk kegiatan atau perlombaan  ini dibagi menjadi tiga kategori:

Kategori tingkat TK:

Lomba mewarnai.Lomba peragaan busana daerah.

Kategori Tingkat SD:

Lomba baca puisi.Lomba cipta puisi.Lomba bercerita.Lomba pidato.Lomba mading.

Kategori Tingkat SMP:

Lomba baca puisi.Story telling .

Bahasa, kunci untuk maju

Menurut Ketua Panitia pelaksana Bulan Bahasa Persekolahan Suster Pontianak, perlombaan ini diikuti oleh 41 sekolah yang terdiri dari  tingkat TK, SD dan SMP  di kota Pontianak. Dewan juri yang dipilih juga adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya demi menjaga netralitas dan objektifitas penilain.

Dalam sambutannya,  Kepala Dinas Pendidikan  Kota Pontianak, Dr. H. Mulyadi, M.Si, menyampaikan pesan sekaligus harapannya berikut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Dr. H. Mulyadi, M.Si membuka acara aneka lomba di Bulan Bahasa Oktober 2017 dengan memukul gong.

“Kegiatan ini baik sekali. Ini karena  bapak/ ibu guru serta siswa-siswi perlu menyadari dengan bahasa kita bisa tahu banyak hal;  dengan bahasa kita bisa menjadi orang yang cerdas. Orang yang berkemampuan bahasanya lemah itu tidak akan bisa memiliki intelektual yang cerdas,” ungkapnya.

Makanya, kata dia kemudian, lalu muncul  slogan yang berbunyi “Jelajahi dunia dengan bahasa”.

“Oleh karena itu,  harapan saya adalah ke depannya kegiatan Bulan Bahasa ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Satu hal penting yang harus diperhatikan bahwa perlombaan ini hanyalah sarana untuk semakin mencintai Bahasa Indonesia, bahasa yang mempersatukan perbedaan, sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda,” ungkap alumnus SMP Bruder Pontianak tahun 1979.

Usai memberi sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan  Kota Pontianak, Dr. H. Mulyadi, M.Si lalu membuka  kegiatan ini dengan memukul gong sebanyak 7 kali sehingga resmilah kegiatan Perlombaan Bulan Bahasa ini  di Persekolah Susteran Pontianak. (mssfic)

Grup drumb band SMP Susteran Pontianak unjuk kebolehan. (Sr. Maria Seba SFIC)


Sumber: sesawi.net

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages